Selasa, 24 April 2012

possting b.inggris

Are you a chocolate lover? Well, most probably, if the title already moistened your mouth and you are reading this article.
The best reward for children, the best antidepressant, the best mood-elevating product, the best lover, which once has seduced you, will beyond doubt award  you with divine almost orgasmic pleasure. Did you guess who is the mysterious hero of your dreams? Chocolate, nice to meet you!  “Oh, don’t tell me about chocolate! I put gained 2 kilos, experiencing chocolate diet!” . Well, I have to admit that chocolate is not the healthiest delicacy for those of you having dietary issues. It’s high in fat, sugar, calories, and frequently in preservatives,  therefore causing different side effects from obesity to high-fat level in blood. And if you are a vegan, or strict kashrut – observer, it makes even more problems, cause you have to find pure product without milk, eggs and other addlings.
Chill out, guys! As the best solution ever was found approximately 150 years ago! The brownie, one of America’s favorite baked treats, was born in the U.S.A. Although cake-like and baked in a cake pan, the brownie is classified as a bar cookie rather than a cake. There are thousands of recipes, both “cake” types and “fudge” types. Either is perfectly correct and delicious. And the most important point is that the recipe I am going to present you today is completely KOSHER, PARVE, low-fat-sugar and calories  and perfectly fits everybody from vegetarians to business-women as it takes 30 minutes to prepare brownie (in the oven) and 10 min in a microwave!!


To enjoy the chocolate seduction you will need:
•    1/4 cups of warm water mixed with 1/4 cups of vegetable oil
•    0,5 cups sugar
•    1/4 – 0,5  cup of unsweetened natural cocoa powder (not an instant one!)
•    1/4 teaspoon salt
•    1/2 teaspoon pure vanilla extract
•    1 cold large eggs
•    1/2 cup all-purpose flour
•    1/2  teaspoon of baking powder
•    2/3 cup walnut or pecan pieces/caramel/chocolate chips or any other filling (optional)
Preheat the oven to 325°F (170°C). Line the bottom and sides of the baking pan or any other receptacle you are using instead with parchment paper or foil.

Whip an egg with water and oil, add sugar, vanilla, baking powder and  cocoa powder . Mix properly, then constantly stirring  add the flour. Stir in the nuts or any other filling, if using. Spread evenly in the lined pan. Bake until a toothpick plunged into the center emerges slightly moist with batter (but no dough should remain on it!) 20 to 30 minutes. Let cool completely. Cut it into pieces, decorate to your taste with ice sugar, or grated chocolate or mint leaves. Serve with low-fat lactose-free ice-cream and Irish coffee and enjoy your dessert!!

Rabu, 22 Februari 2012

TEKNIK SUPERVISI

                       Proses Perencanaan Proyek Dibidang F&B Product ( Pastry )

Menentukan sasaran
•    Didalam perencanaan ini saya ingin mengambil proyek dibidang Food and Beverage Product khususnya di bagian pastry. Sasaran yang akan di tinjau adalah menjual kue dan roti atau sejenisnya. Banyak jenis kue dan roti yang dijual ke customer, tindakan ini bertujuan untuk memuaska pelanggan yang berada didalam toko tersebut. Khususnya untuk kue dan roti atau sering juga disebut makanan penutup ( dessert ).
•    Penentuan sasaran ini sangat penting karena  untuk mengetahui seberapa besar customer menyukai product yang kita buat. Dalam hal ini kita bisa menilai kekurangan dari product kita untuk menghasilkan product yang berkualitas.

Menentukan spesifikasi kualitas
•    Banyak jenis kue dan roti yang tersedia, didalam pembuatan kue tidak sama halnya seperti pembuatan makanan pokok / main course dengan menggunakan filing. Pembuatan kue haruslah menggunakan alat ukur seperti timbangan maupun alat ukur lainnya sebelum dioleh terlebih dahulu. Dan pemilihan bahan-bahan pun sangat penting dalam pembuatan kue menjadi lebih enak dan lezat. Pelanggan pun tidak akan kecewa bila kita memilih bahan-bahan yang bekualitas dan tejaga kebersihannya.
•    Tidak hanya bahan dan pengolahannya, yang lebih penting lagi yaitu bagaiman cara kita bisa bisa menarik perhatian pelanggan untuk membeli product kita. Cara yang tidak mudah untuk dapat mendapatkan pelenggan. Munkin kita bisa dapatkan dengan cara penampilan kue kita menarik dan enak diliat dan juga enak rasanya. Kita bisa mendekor atau menghias kue-kue tersebut supaya menarik. Tidak hanya itu berbagai macam bentuk roti pun bisa kita buat supa tidak kelihatan membosankan bagi pelanggan. Dengan cara mendekor/digarnish dilihatnya saja sudah menarik perhatian pelanggannya untuk menbelinya dengan harga yang terjangkau dan kualitas yang baik.

Menentukan dimensi waktu
•    Dalam pengolahan kue dan roti pun mempunyai waktu yang berbeda, misalkan dalam pembuatan kue/cake/pastry yaitu:
1.    Mempersiapkan bahan terlebih dahulu sebelum diolah
2.    Berapa lama memproses pembuatan adonan menjadi setengah jadi
3.    Proses pematangan membutuhkan berapa lama
4.    Akumulasi waktu dari mulai persiapan bahan hingga menjadi satu loyang kue yang siap dihidangkan.
5.    Dan ada waktu penyajian pada saat dihidangkan

Mungkin tidaklah berbeda dalam pembuatan roti, perbedaannya pada saat pengembangan roti/peragian supaya roti menjadi ngembang. Dan proses pembuatan roti jauh lebih lama dari pada pembuatan kue.


Menentukan dimensi biaya

Contoh penetapan anggaran:
  1. Modal awal            Rp.1.000.000.000
  2. Bahan kue             (Rp.  300.000.000)
  3. Peralatan               (Rp.  350.000.000)
  4. Pelengkapan         (Rp.  100.000.000)
  5. Gaji karyawan      (Rp.    40.000.000) -
 Sisa Modal                  :   Rp.  650.000.000

Realisasi RencanaMembuat proposal ke bagian General Cashier di Accounting Department, jika sudah terealisasi, Executive chef menginformasikan kepada pastry chef saat briefing untuk di dirikan cake shop.

Monitoring pelaksanaan kegiatan
•    Sesudah semua bahan mentah menjadi bahan matang /jadi/siap untuk dihidangkan atau dijual kepada konsumen dilakukanlah pengecekkan terlebih dahulu pada makanan tersebut sebelum dihidangkan. Misalkan kue tersebut belum menarik untuk dihidangkan, karena kue tersebut belum didekor atau di hias/garnish supaya bisa menarik, dilihat begitu indah, dan tidak hambar. Itu sangat penting untuk di lakukan monitoring. Selain itu juga pada saat pembagian/pemotongan kue tersebut pakah sama rata atau tidak. Jiga semua pengecekkan dilakukan barulah siap untuk dipasarkan/ dijual kepada konsumen. Dan konsumen pun sangat puas bila pelayanan yang tersedia pada cake shop tersebut.